Aktivitas bersepeda kini tengah menjadi hype bagi sebagian warga Ibu Kota. Selain dapat menurunkan tingkat stress, bersepeda juga dapat menjaga kesehatan jantung dan membuat tubuh tetap bugar. Mumpung sedang ramai, yuk kita bahas cara membawa sepeda yang aman di dalam mobil!
Eitsss, tapi yang kami bahas saat ini bukan membawa sepeda menggunakan bike carrier atau rak sepeda, melainkan kami akan membahas cara bawa sepeda di bagasi mobil.
Sebelum membawa sepeda di bagasi mobil, hal yang pertama harus diperhatikan adalah jenis sepeda yang mau kalian bawa. Kalau jenis sepeda seperti folding bike alias sepeda lipat, tentunya sangat praktis, karena dimensinya yang tidak terlalu besar saat dilipat, sehingga memungkinkan untuk diletakkan di bagasi.
Tetapi, hal itu juga tergantung dari keluasan bagasi mobil yang digunakan, sebab kalau bagasinya kecil, tentunya tidak akan muat menaruh sepeda di dalamnya.
Berbicara soal luasnya bagasi, New Honda Mobilio memiliki bagasi besar dengan kapasitas 223 liter, yang mampu menampung sepeda lipat ukuran sedang. Sebagai
Semua jenis kendaraan pastinya memerlukan perawatan berkala, agar performanya tetap terjaga dan selalu prima saat digunakan untuk mobilitas sehari-hari. Selain itu, perawatan berkala juga dilakukan untuk menghindari terjadinya kerusakan parah pada komponen di kendaraan.
Tetapi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, masih banyak konsumen yang enggan untuk melakukan perawatan kendarannya ke bengkel resmi. Masih tingginya angka penyebaran virus Corona di Indonesia, disinyalir jadi salah satu alasannya.
Padahal sobat tidak perlu khawatir untuk datang ke bengkel resmi, karena protokol kesehatan di sana sudah pasti terjaga dan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah. Misalnya di bengkel resmi Honda, semua protokol kesehatan sangat diperhatikan untuk menjamin kenyamanan dan keamanan konsumen.
“Ada pengecekan kesehatan rutin untuk setiap personil dealer, pengecekan suhu badan, wajib mengenakan masker, penerapan social distancing di ruang tunggu, dan penyemprotan disinfektan di dalam kabin setelah mobil selesai dikerjakan,” ucap Yulian Karfili, PR & Digital Manager PT Honda Prospect Motor (HPM) kepada GridOto.com beberapa waktu lalu.
Dengan ketatnya prokotol kesehatan yang diterapkan, < [...]
Jakarta – Mobil yang terlalu lama terparkir di garasi, seperti saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa waktu lalu tak sedikit dihinggapi binatang. Binatang kecil seperti nyamuk, berkembang biak di dalam mobil, yang akhirnya mengganggu kenyamanan pengemudi atau penumpang saat kendaraan digunakan.
Tidak hanya membuat tak nyaman, nyamuk juga berisiko menyebarkan penyakit berbahaya, seperti demam berdarah.
Untuk mengusir nyamuk yang berada di dalam kabin mobil, seperti disitat dari laman resmi Suzuki Indonesia, yang pertama terlintas pasti menyemprotkan anti nyamuk ke dalam kabin mobil.
Efektif memang untuk mengusir nyamuk, namun perlu diingat langkah ini justru berisiko mendatangkan masalah baru bagi kesehatan pengemudi dan penumpang mobil.
Obat nyamuk semprot memiliki kandungan kimia yang terlalu tinggi dan hal ini sangat tidak sehat untuk kesehatan.
Obat nyamuk semprot mengandung sejumlah zat kimia aktif yang berisiko terhirup langsung atau mengendap di lapisan interior mobil.
Setidaknya ada empat zat aktif berbahaya yang terkandung dalam obat nyamuk yaitu, Transfluthrin, Diethyltoluamid (DEET), Propoxur, dan
Surabaya, Di masa transisi menuju normal baru, Mobilio Indonesia Community (Mobility) menggelar acara diskusi pencegahan COVID-19 pada tanggal 15 Agustus 2020 di Hotel Grand Mercure, Surabaya. Acara ini dihadiri oleh 150 orang dengan mematuhi protokol COVID-19 yang berlaku di Jawa Timur dan juga dilakukan secara daring agar seluruh anggota di seluruh Indonesia dapat mengikutinya.
Acara yang didukung oleh PT Honda Prospect Motor ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anggota komunitas mengenai pencegahan dan penanggulangan COVID-19, terutama bagi anggota komunitas saat melakukan kegiatan. Narasumber pada acara ini adalah Ketua Gugus Tugas Jawa Timur dan beberapa dokter.
Yudi Efendi selaku Ketua Pelaksana Kegiatan mengatakan, “Kami berinisiatif untuk menyelenggarakan diskusi dan webinar otomotif dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya agar nantinya dapat diimplementasikan dengan baik oleh semua anggota komunitas.”
Setelah melakukan diskusi mengenai pencegahan dan penanggulangan COVID-19, malam harinya digelar webinar otomotif yang akan membahas mengenai hal yang sama namun dari sisi otomotif. Webinar ini dihadiri oleh
Langkah untuk menghadapi New Normal Saat ini, Kami tetap menajag dan menjalankan Protokol anjuran pemerintah dengan beberapa langkah yang kami lakukan :
1. Menetralisir sekitar Luar Area Dealer

2.Menetralisir Sekitar Dalam Area Dealer

Berkendara bersama keluarga tentu menjadi momen yang menyenangkan, namun Anda tetap wajib mematuhi peraturan untuk menjaga keselamatan. Terutama, saat Anda berkendara dengan membawa anak kecil.
Umumnya, orang dewasa diwajibkan menggunakan sabuk pengaman, baik untuk pengendara maupun penumpang. Namun, sabuk pengaman standar dari pabrikan hanya dirancang untuk orang dewasa, bukan untuk anak kecil dengan tinggi dibawah 110 cm.
Perlu diketahui bahwa pengendara dan penumpang wajib memenuhi tiga syarat dalam menggunakan sabuk pengaman. Pertama, sabuk bahu harus melintang melewati bahu, namun tidak mengenai leher. Kedua, sabuk pangkuan harus berada serendah mungkin diatas pinggul, sedangkan angkur sabuk tidak boleh berada lebih rendah dari bahu Anda.
Tentunya, syarat diatas tidak bisa dipenuhi oleh anak kecil. Memaksakan anak menggunakan sabuk pengaman yang didesain untuk orang dewasa justru dapat menimbulkan resiko tercekik, cedera leher atau kepala karena postur tubuh yang belum pas.
Tidak hanya itu, menempatkan anak pada jok depan juga menimbulkan resiko anak terbentur kantong udara saat terjadi tabrakan. Resiko
Jakarta, Memasuki semester kedua tahun 2020, penjualan Honda di Indonesia kembali meneruskan trend positif di tengah masa tansisi menuju normal baru. Sepanjang bulan Juli 2020, Honda berhasil mencatat penjualan sebanyak 4.036 unit, meningkat 62% dibandingkan penjualan pada bulan Juni.
Honda Brio Satya menjadi model dengan penjualan tertinggi bagi Honda dengan total 1.697 unit, meningkat 102% dibanding bulan sebelumnya. Penjualan Honda Brio Satya tersebut menyumbang 42% dari total penjualan Honda di bulan Juli, juga lebih besar dibanding kontribusi pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 33%.
Sementara itu, peningkatan penjualan juga dicatat oleh Honda Brio RS yaitu dari 473 unit di bulan Juni menjadi 518 unit di bulan Juli. Secara keseluruhan, Honda Brio mengumpulkan penjualan sebesar 2.215 unit sepanjang bulan Juli lalu.
Model-model Honda lainnya juga ikut menunjukkan tren penjualan yang positif. Honda HR-V terjual sebanyak 599 unit, meningkat 74% dari bulan sebelumnya yang tercatat 343 unit. Honda Jazz membukukan penjualan sebesar 434 unit, naik 48% dibanding
Jakarta – Berkendara di malam hari dinilai lebih berbahaya bagi sebagian orang. Hal ini tak terlepas dari gelapnya jalan dan kondisi fisik ketika berkendara, serta membutuhkan konsentrasi lebih.
Tak hanya itu, jarak pandang yang lebih terbatas juga menjadi tantangan bagi pengendara ketika melaju di jalan saat malam hari.
Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu mengatakan, pengendara perlu menyiapkan fisik sebelum berkendara.
“Saat malam hari lampu dari kendaraan lain tajam menyorot mata pengendara. Karena itu, kerja mata lebih berat pada malam hari, sehingga harus diperhatikan dengan benar kondisi fisik,” katanya kepada Liputan6.com.
Selain itu, peralihan waktu dari terang ke gelap juga perlu diperhatikan pengendara. Justri menegaskan, peralihan terang ke gelap juga menjadi waktu berbahaya ketika berkendara.
“Mata itu membutuhkan istirahat dan penyesuaian ketika adanya peralihan dari terang ke gelap. Jadi kalau memang sedang berkendara lebih baik beristirahat sejenak saat Mahrib,” katanya
Istirahat SejenakIstirahat diakui Jusri menjadi kunci mencegah terjadinya kecelakaan ketika sedang be [...]
Langkah untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona-19,Kami Honda Ahmad Yani siap untuk mengikuti anjuran pemerintah agar selalu memberikan keamanan dan kenyamanan konsumen saat mengunjungi Delaer Kami.
Jakarta Penyebab mobil injeksi boros selain menyebabkan Anda harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli bahan bakar mobil, juga bisa saja menjadi indikator jika mobil mengalami kerusakan mesin. Sebab, penyebab mobil injeksi boros umumnya karena kondisi dari mesin itu sendiri mengalami masalah, seperti ring piston yang aus dan tersumbatnya injektor. Mobil yang menggunakan sistem injeksi sebagai pemasok bahan bakarnya memang dibuat agar lebih nyaman digunakan. Baik dari segi performa dan juga optimalnya penggunaan dari bahan bakar tersebut, atau lebih tepatnya mobil dengan sistem injeksi seharusnya lebih irit penggunaan bahan bakar.
Sebenarnya cara agar terhindar dari berbagai penyebab mobil injeksi boros sangat mudah, yaitu dengan melakukan perawatan mobil secara berkala, dan penggantian komponen dengan rutin. Sebab, komponen seperti saringan udara pada mobil juga bisa menjadi penyebab mobil injeksi boros.
Jika Anda mulai merasakan mobil injeksi kesayangan Anda mengalami boros dari konsumsi bensin, bisa saja ada beberapa penyebab mobil injeksi boros yang mungkin tidak Anda sadari.
Nah, agar Anda lebih mudah









